Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara
cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok
kehidupan masyarakat . dialetika revolusi mengatakan bahwa revolusi
merupakan suatu usaha menuju perubahan menuju kemaslahatan rakyat yang
ditunjang oleh beragam faktor , tak hanya figure pemimpin , tetapi juga segenap
elemen perjuangan beserta sarananya.
Pendidikan
adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang
yang diturunkan dari suatu generasi kegenerasi berikutnya melelui pengajaran,
peletihan ,atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawa bimbingan orang
lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.
Jadi
seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa revolusi pendidikan itu perubahan
yang terjadi pada pembelajaran atau penegetahuan pendidikan yang ada
diindonesia seperti yang kita ketahui saat ini.
Saat
ini sudah kita ketahui bahwa sekarang itu sudah masuk pada era industry 4,0 dimana perkembangan teknologi
yang sangat cepat , seperti yang terjadi saat ini semua aktifitas masyarakat
dipengaruhi dengan teknologi termasuk dunia pendidikan. Yang tidak asing adalah
model pembelajaran di era 4,0 yaitu adanya pergeseran atau perubahan model
pembelajaran yaitu blended learnig.
Model
pembelajaran blended learning mengabungakan pembelajaran tatap muka, tetapi
menurut saya ini model pembelajaran yang tidak efekif karena kenapa, banyak
teman- teman yang mengeluh masalah koneksi jaringan, itu semua menghambat
terjadinya proses pembelajaran.
Adanya
pergeseran atau perubahan model pembelajaran tersebut sesuai dengan
perkembangan teknologi yang begitu pesat. Perkembangan teknologi sekarang ini
telah menjadi sarana aktifitas dalam kehidupan, sehingga era industry 4.0
disebut juga dengan istilah era digital dan era disrupsi,
Dalam
dunia pendidikan era industry 4.0 telah berpengaruh terhadap system pendidikan.terjadi
perubahan pada tingkah laku dan prilaku manusia berubah dari masa kemasa.begitu
pula hal ini turut merubah perkembangan system pendidikan yang ada diindonesia.
Dapat
dikatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam masa transisi menuju pedidikan
4.0 seiring perkembangan revolusi indutri saat ini.kurikulum pendidikan lama
masih belum sepenuhnya merespons geliat teknologi, walau sudah ada beberapa
sekolah dan perguruan tinggi sudah melakukan metode ini.
Era
revolusi industry 4.0 merupakan tantangan berat bagi guru Indonesia. Mengutip
dari jack Ma dalam pertemuan tahunan World Economi forum 2018, pendidikan
adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dalam
belajar mengajar, 30 tahun mendatang kita akan
mengalami kesulitan besar. Ahli
teori pendidikan sering menyebut Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 untuk
menggambarkan berbagai cara mengintegritaskan teknologi cyber baik secara fisik
maupun non fisik dalam pembelajaran. Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0
adalah fenomena yang merespons kebutuhan revolusi industri dengan penyesuaian
kurikulum baru sesuai situasi saat ini. Kurikulum tersebut mampu membuka
jendela dunia melalui genggaman contohnya memanfaatkan internet of things
(IOT). Di sisi lain pengajar juga memperoleh lebih banyak referensi dan metode
pengajaran.
System pendidikan membutuhkan gerakan kebaruan untuk
merespon era industry 4.0. sala satun gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah
adalah gerakan literasi baru sebagai penguat bahkan menggeser gerakan literasi
lama, literasi baru yang dimaksuda adalah kita berfokus pada literasi digital,
literasi teknologi, literasi manusia.Tiga keterampilan ini diprediksi
menjadi keterampilan yang sangat
dibutuhkan di masa depan atau di era 4.0.
Revolusi
pendidikan ditengah wabah covid-19, Covid-19 yang lebih
dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari corona virus yang
menular ke manusia. Virus ini menyerang sistem pernapasan. Indonesia saat ini
tengah menghadapi wabah atau covid -19. Hal ini tersebut berdampak atau perlaku
pada pendidikan.
Dengan dihapuskannya Ujian Nasional,
belajar di rumah melalui aplikasi tertentu, kuliah daring, bimbingan dan
seminar daring merupakan contoh pelayanan bidang pendidikan yang mempercepat
penerapan Pendidikan era Revolusi 4.0. Bagaimana tidak baik pengajar maupun
peserta didik dipacu untuk memahami setidaknya penggunaan teknologi digital. Di
sisi lain peserta didik juga dipaksa untuk mengeksplor teknologi dan informasi
dan menyalurkan kreatifitasnya melalui inovasi-inovasi dalam tugas-tugas yang
diberikan.
Akan tetapi tidak dapat dipungkiri
adanya wabah Covid-19 menjadi salah satu pendorong penerapan sistem ini. Di
sisi lain selain dituntut memahami teknologi dan informasi serta cara
mengimplementasikannya, tentu terdapat permasalahan yang timbul yaitu terkait
sarana prasarana yang memadai.
Seperti yang terjadi saat ini
peserta didik dari keluarga yang kurang mampu tidak memiliki hanpone atau
kebutuhan yang digunakan untuk mengakses pembelajaran seperti kuota
,otomatis dia tidak mengikuti proses
pembelajaran yang sudah di terpakan.
Oleh karena itu kebijakan sudah
seharusnya memperhatikan hal tersebut. Pihak universitas memiliki Surat Keputusan (SK) mahasisawa
kurang mampu dan melakukan pendampingan belajar bagi mereka yang telah didata
dengan memperoleh subsidi silang atau pemecahan masalah lainnya. Selain itu
pemerintah harus memastikan bahwa setidaknya internet tersedia di daerah
pendidikan agar menghindari pula alasan untuk pulang ke masing-masing kampung
halaman dikarenakan menghindari penyebaran Covid-19.
Pada akhirnya, di tengah merebaknya
wabah Covid-19, Pendidikan era Revolusi Industri 4.0 dapat diterapkan dengan
penyesuaian tertentu tanpa mennyampingkan hal-hal yang perlu diperhatikan lebih
teknis, misalnya dampak dan kelemahannya. Di sisi lain tuntutan peran peserta
didik diharapkan mampu membawa perubahan positif di tengah situasi melalui pemahaman
yang diberikan oleh pengajar. Sudah saatnya kita berkolaborasi dalam mewujudkan
"kesempatan" mengabdi di tengah adanya pandemi ini.
Dan penghapusa UN yang dipercepat akibat wabah covid-19 ini.
UN adalah system evaluasi standar pendidikan dsar dan menengah secara nasional
dan persamaan mututingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh pusat
penilaian pendidikan.
Sehubungan
adanya wabah Covid -19, maka tahun ini metri pendidikan dan kebudayaan
(Mendikbud) memutuskan untuk menghapuskan ujian nasional tahun ini yang
seharusnya UN tersebut dihapus tahun 2021. melihat kondisi masih mewabahnya
corona, maka sebaiknya penghapusan UN dipercepat.
Dampak UN dihapus justru memberikan
dampak negative di mana siswa akan meraa kurang semangat belajar, karena mengingat
siswa tidak memiliki tantangan untuk kelulusan siswa maupun utuk melanjutkan
sekolah ke jenjang berikut.
Ujian nasional memiliki fungsi
sebagai standarisasi nasional kelulusan untuk mengetahui kemampuan siswa dari
segi nasional maupun kemampuan dirinya sendiri dari hasil yang ia rahih melelui
ujian terseut.dan ujian nasional pun dihapus kita tidak tahu untuk memahami
sampai mana kemampuan anak atau siswa
serta potensi yang ia meliki.
Dan adapun sisi positifnya,
ketakutan siswa menghadapi ujian nasional yang menjadi momok menakutkan bagi
siswa akan berkurang,oleh karena itu banyak siswa yang merasa legah karena
dihapusnya UN ini.
Namun semua itu dengan adanya
kebijakan pemerintah menghapuskan ujian nasional maka tentunya pemerintah sudah
memiliki solusi alternative sehingga penghapusan UN diharapkan tidak berdampak
buruk bagi dunia pendidikan, justru diharapkan dapat memiliki dampak kemajuan
bagi dunia pendidikan serta dapat memenuhi rasa keadilan dalam memperoleh
pendidik yang layak untuk semua kalangan.
Suber Referensi
https://www.ayobandung.com/read/2019/11/11/69890/revolusi-pendidikan-indonesia-ala-nadiem
https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel--pendidikan-era-revolusi-industri-40-di-tengah-covid-19
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/258298/wabah-corona-dan-revolusi-pendidikan
https://rri.co.id/nasional/806297/pandemi-corona-anggota-dpr-penghapusan-un-harus-dimajukan